Nabrak tembok… grak!

Menyambut Hari Pramuka 14 Agustus lalu, salah satu SMP di Plupuh, Sragen, getol mempersiapkan kemah wajibb dan upacara Hari Pramuka yang akan diselenggarakan di kecamatan. Di bawah binaan Pak Guru Jon Koplo yang terkenal gualak tur angker, murid-murid diseleksi untuk latihan persiapan acara tersebut. Kalau biasanya latihan sepekan ini sekali, menjelang Hari Pramuka latihan digenjot sepekan tiga kali. “Kalu di sekolahan kalian memanggil saya ‘Pak’. Tetapi kalau di kepramukaan ini kalian memanggil dengan sebutan ‘Kak’. Jadi ‘kak Jon Koplo!’ Jelas?”begitu pesan Jon Koplo sesuai aturan dalam kepramukaan.

“Jelas Kaaak!” jawab anak-anak yang kebanyakan masih kelas satu itu. Sementara itu Tom Gembus ditunjuk sebagai ketua regu yang bertugas melatih teman-temannya kalau Pak Koplo sedang sibuk. Namun dasar anak-anak, merasa dilatih teman sendiri, selalu saja gojek, ramai dan kurang disiplin. Hal itu membuat Jon Koplo marah sehingga akhirnya kendali latihan kembali dipegang oleh Jon Koplo. “Latihan kali ini kalian harus serius dan disiplin!Barisan harus rapi! Semua harus menunggu aba-aba dari Kakak! Kalau belum ada aba-aba berhenti, jangan berhenti! Paham?!” “Paham Kaaak…1” jawab anak-anak. Mulailah Jon Koplo memberi aba-aba berbaris. “Langkah tegap mejuuuj… jalan Kiri…kiri…satu…dua…” Anak-anak pun berbaris dengan serius pun disiplin.

Masalah mulai muncul ketika tiba-tiba ada motor masukke lapangan dan pengendaranya turun mendekati Jon Koplo. “Wow, kowe ta!” Jon Koplo menyambut tamunya yang ternyata kanca lawas. yang sekian tahun tak berjumpa. Mereka pun bersalaman dan berbincang -bincang dengan hangatnya. Saking asyiknya ngobrol dengan temannya, Koplo lupa memberi aba-aba. Dari kejauhan, Bu Cempluk yang sedang melatih barisan anak puteri bengak-bengok. “Pak Koplo, pie kae barisane?! Arep nabrak tembok lho!” Mak gragap, Koplo baru sadar dan menoleh ke arah barisan.

“Masya Allah … !” pekiknya. Terlihat anak-anak masih ngujluk berjalan, sementara di depan mereka sebuah tembok siap mengadang. Sambil berlari Koplo mbengoksakkayange, “Berhentiii … grak! Tuk Wak!” Semua pun tertawa terpingkal-pingkal. “Lain kali kalau Kakak lupa, kalian harus mengingatkan. Jadi Pramuka harus berani mengingatkan kalau ada yang salah,” pesan Koplo sambil menggeh-menggeh. Anak-anak pun menjawab dengan koor, “Ya Kaaak … !” Oalaaah, dasar anak-anak, saking patuhnya tembok kok arep ditabrak….

Kiriman Muhammad Amin,
Tempel RT 01, Jetis karangpung,
Kalijambe, Sragen 57275.

Solopos, 4 Februari 2007

Tinggalkan Balasan

Back to Top