Mbak, helmnya…

Maksud hati menolong teman, namun malu yang didapat. lnilah kisah nyata yang dilakoni Lady Cempluk, karyawan sebuah perusahaan garmen di Sukoharjo. Sore itu hujan turun dengan deras. Lady Cempluk mempercepat laju motornya agar segera sampai ke rumahnya di sekitar Pasar Kleco.

Di tengah perjalanan, tepatnya di sekitar Kartasura, tiba-tiba terjadi kecelakaan antara sebuah sepeda motor dan sebuah mobil, tepat di depannya. Segera saja Cempluk menghentikan motornya dengan mak-sud memberikan pertolongan, Ndilalah yang mengalami kecelakaan itu adalah dua orang teman kerja Cempluk sepabrik.

Setelah menolong korban, Cempluk berinisiatif menjaga sepeda motor dan barang-barang milik korban yaitu sebuah tas, jaket dan helm. Kemudian ia menelpon Jon Koplo selaku personalia untuk memberitahukan kejadian tersebut. Jon Koplo pun datang menemui Lady Cempluk untuk membantu menyelesaikan permasalahan.

Untunglah di dekat situ ada pos polisi, sehingga kejadian itu dapat segera ditangani oleh pihak yang berwajib. Setelah berbicara banyak dengan petugas jaga yaitu Tom Gembus dan merasa masalah itu sudah dapat diatasi, maka mereka berdua minta pamit kepada Gembus untuk menjenguk teman mereka di rumah sakit.

Begitu keluar dari pos polisi, Cempluk teringat akan barang-barang milik korban. Segera saja ia kembali ke pos polisi untuk mengambilnya. Di atas kursi panjang tergeletak jaket, tas dan dua helm. Merasa barang-barang itu milik temannya, maka tanpa basa. basi semua barang tersebut dikukuti oleh Cempluk tanpa ada yang tersisa, dan ia pun segera menyusul Jon Koplo.

Tapi belum sampai ke tempat Jon Koplo menunggu, tiba-tiba Tom Gembus memanggilnya. “Ada apa Pak? Apa ada yang masih perlu dibicarakan lagi,” tanya Cempluk. “Anu Mbak … helm yang Mbak bawa yang berwarna hitam itu punya saya, yang satunya itu milik teman Mbak,” jelas Gembus sambil tersenyum.

Haaah?! Jadi helm ini milik Pak Polisi?! Segera saja Cempluk mengembalikan helm tersebut. Dengan muka merah menahan malu, Cempluk meminta maaf dan langsung meninggalkan Gembus yang masih mesam-mesem untuk menuju ke tempat Jon Koplo yang juga ikut mesam-mesem melihat kejadian itu.

Kiriman Suluh Nugroho KU,
Perum TiaraArdi RT 05/X Purbayan,
Baki, Sukoharjo.

Solopos, 16 Februari 2007

Tinggalkan Balasan

Back to Top