Penulis: uploader

”Tulung… sandalku munggah dhewe”

Ibu Genduk Nicole, yaitu Lady Cempluk, datang dari desa. Biasa, dia menjenguk anak semata wayangnya dan cucu tersayangnya, sekalian mau plesiran. Sabtu sore itu Genduk Nicole berniat mengajak ibunya pergi ke supermarket sekalian mau bermalam Minggu dan cuci mata. Karena seharian ibunya ditinggal sendiri di rumah atau home alone.  ”Mbok, ayo tak ajak mlaku-mlaku,” kata…

continue reading
Tidak ada Komentar

Pencurinya STW ni yee…

Lady Cempluk adalah seorang janda warga Desa Sokorini, Manisrenggo, Klaten. Dia hidup sendirian di rumahnya yang sederhana. Satu-satunya barang yang berharga yang ada di rumahnya adalah sebuah TV hitam putih 14 inc peninggalan almarhum suaminya.  Walau modelnya kuno dan produk lama, Lady Cempluk amat menyayangi TV tersebut. TV itu dibuatkan kotak khusus (tempat TV) yang…

continue reading
Tidak ada Komentar

Menjauhi ”kebaikan” dapat dlosoran

Setelah lulus SMA, sebagaimana pemuda lainnya, Jon Koplo ingin kuliah di perguruan tinggi yang terkenal. Pilihannya jatuh pada sebuah universitas terkenal di Yogyakarta. Selain ingin menimba ilmu pengetahuan umum, sohib kita ini juga ingin mendalami ilmu agama melalui kegiatan ekstrakurikuler di kampus.  Langkah pertama yang dilakukan setelah diterima menjadi mahasiswa, adalah melihat-lihat kegiatan apa yang…

continue reading
Tidak ada Komentar

Polos itu… merepotkan!

Kejadian menyedihkan dan menggelikan ini dialami tokoh kita Jon Koplo beberapa waktu lalu. Jon Koplo yang 100% orang desa tulen di wilayah Kabupaten Sukoharjo, berdiri mondar-mandir dengan wajah yang terlihat bingung. Lady Cempluk sang isteri yang mengetahui hal itu segera mendekati suami tercintanya yang super manut.  ”Gimana Pakne, ini sudah hari Kamis, besok Sabtu Genduk…

continue reading
Tidak ada Komentar

”Bisa bicara dengan telepon..?”

Di lingkungan tempat tinggal Lady Cempluk, tinggal seorang nenek yang biasa bekerja menjual peyek, kripik, lemet atau bothok yang dia buat sendiri. Usia nenek-nenek itu kira-kira 70-an tahun.  Selain berdagang kecil-kecilan seperti itu, kadang-kadang dia juga menjual jasa dengan menyucikan pakaian, menyetrika dan bahkan berbelanja jika ada tetangganya yang menyuruh. Tentu saja semuanya dengan upah…

continue reading
Tidak ada Komentar

”O, Bodong ta Plo…”

Apalah artinya sebuah nama? Begitu pernah dikatakan William Shakespeare, pengarang dari Inggris yang menganggap nama tidaklah terlalu penting. Tapi anggapan itu tidak berlaku bagi orang Jawa, khususnya buat Tom Gembus dan teman-temannya. Sebab, gara-gara nama mereka dibuat pusing dan bingung mencari teman mereka yang bernama Jon Koplo.  Ceritanya, Tom Gembus dan tiga orang temannya yang…

continue reading
Tidak ada Komentar

”Awaaass… jambret kapusan…”

Lady Cempluk adalah seorang karyawati di sebuah pabrik rokok yang cukup besar di Kota Malang. Ia sangat terkenal di antara rekan-rekan kerjanya karena senang memakai perhiasan yang overdosis alias berlebihan. Suatu saat, ia mengajak sobatnya Genduk Nicole untuk berbelanja ke pasar modern Matahari di Jl Slamet Riyadi Solo.  Seperti biasanya sebelum berangkat ia berdandan terlebih…

continue reading
Tidak ada Komentar

Susah bener jadi komandan

Peristiwa menggelikan ini terjadi saat pengukuhan anggota Menwa (Resimen Mahasiswa) baru di lingkungan salah satu universitas swasta ternama di Solo. Pada acara itu, terlebih dahulu digelar acara apel Menwa di hadapan para pembina dengan inspektur upacara Pembantu Rektor, yaitu Tom Gembus. Kebetulan, yang menjadi komandan upacara adalah Jon Koplo, selaku komandan Menwa kampus tersebut. Nah…

continue reading
Tidak ada Komentar

Karet KB yang pertama

Jon Koplo adalah seorang dosen muda sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) yang lumayan kondang di bumi Surakartan. Ketika kisah ini terjadi, dia baru saja menikah. Persisnya masih dalam masa bulan madu, karena sekitar dua pekan sebelumnya dia baru saja menyunting gadis idamannya, seorang Mojang Priangan sebut saja bernama Lady Cempluk.  Hanya saja, sebagai seorang dosen…

continue reading
Tidak ada Komentar