”Bisa bicara dengan telepon..?”

Di lingkungan tempat tinggal Lady Cempluk, tinggal seorang nenek yang biasa bekerja menjual peyek, kripik, lemet atau bothok yang dia buat sendiri. Usia nenek-nenek itu kira-kira 70-an tahun.  Selain berdagang kecil-kecilan seperti itu, kadang-kadang dia juga menjual jasa dengan menyucikan pakaian, menyetrika dan bahkan berbelanja jika ada tetangganya yang menyuruh. Tentu saja semuanya dengan upah…

continue reading
Tidak ada Komentar

”O, Bodong ta Plo…”

Apalah artinya sebuah nama? Begitu pernah dikatakan William Shakespeare, pengarang dari Inggris yang menganggap nama tidaklah terlalu penting. Tapi anggapan itu tidak berlaku bagi orang Jawa, khususnya buat Tom Gembus dan teman-temannya. Sebab, gara-gara nama mereka dibuat pusing dan bingung mencari teman mereka yang bernama Jon Koplo.  Ceritanya, Tom Gembus dan tiga orang temannya yang…

continue reading
Tidak ada Komentar

”Awaaass… jambret kapusan…”

Lady Cempluk adalah seorang karyawati di sebuah pabrik rokok yang cukup besar di Kota Malang. Ia sangat terkenal di antara rekan-rekan kerjanya karena senang memakai perhiasan yang overdosis alias berlebihan. Suatu saat, ia mengajak sobatnya Genduk Nicole untuk berbelanja ke pasar modern Matahari di Jl Slamet Riyadi Solo.  Seperti biasanya sebelum berangkat ia berdandan terlebih…

continue reading
Tidak ada Komentar

Susah bener jadi komandan

Peristiwa menggelikan ini terjadi saat pengukuhan anggota Menwa (Resimen Mahasiswa) baru di lingkungan salah satu universitas swasta ternama di Solo. Pada acara itu, terlebih dahulu digelar acara apel Menwa di hadapan para pembina dengan inspektur upacara Pembantu Rektor, yaitu Tom Gembus. Kebetulan, yang menjadi komandan upacara adalah Jon Koplo, selaku komandan Menwa kampus tersebut. Nah…

continue reading
Tidak ada Komentar

Karet KB yang pertama

Jon Koplo adalah seorang dosen muda sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) yang lumayan kondang di bumi Surakartan. Ketika kisah ini terjadi, dia baru saja menikah. Persisnya masih dalam masa bulan madu, karena sekitar dua pekan sebelumnya dia baru saja menyunting gadis idamannya, seorang Mojang Priangan sebut saja bernama Lady Cempluk.  Hanya saja, sebagai seorang dosen…

continue reading
Tidak ada Komentar

”Sinten… Mbak?”

Jon Koplo adalah mahasiswa perantauan dari luar Jawa yang notabene mahasiswa perguruan tinggi yang top di Kota Solo. Sebagai orang pendatang atau non pribumi sudah menjadi kewajiban bagi Jon Koplo harus mempelajari bahasa Jawa yang terkanal sulit.  Nah, gara-gara salah bicara bahasa Jawa-lah Jon Koplo jadi malu. Ceritanya siang itu Jon Koplo pulang kuliah. Seperti…

continue reading
Tidak ada Komentar

Gara-gara pidato…!

Masa SMA adalah masa paling indah. Begitulah banyak orang bilang. Tapi yang pernah menikmati masa SMA, sesungguhnya anggapan seperti itu tidaklah 100% benar! Karena kadang-kadang banyak juga hal-hal yang membuat masa SMA itu tidak selalu indah, tapi malah menyedihkan.  Salah satu contohnya kalau pas punya guru yang medeni alias galak, seperti guru Bahasa Indonesia Jon…

continue reading
Tidak ada Komentar

”Cah iki guoblok buanget ya…”

Tom Gembus memang terkenal otaknya encer itu sebabnya ia dapat kuliah di universitas negeri tertua di Indonesia yaitu Gadjah Mada di Fakultas Kedokteran Umum lagi. Sebagaimana mahasiswa kebanyakan maka iapun menjalankan aktivitas seperti biasanya. Dari kuliah, praktikum, penelitan, hingga membuat tugas yang dibebankan oleh dosennya.  Tom Gembus yang asli Jogja mempunyai teman karib waktu SMA…

continue reading
Tidak ada Komentar

”Weh kik, antenenya copot…”

Jadi orang jangan suka sombong, nanti kalau kewirangan baru tahu rasa. Mungkin itulah nasihat yang perlu diberikan kepada Lady Cempluk. Habis ibu muda penduduk Kampung Tipes, Solo ini memang dikenal agak sombong.  Lady Cempluk suka berlagak sok kaya, sok tampil trendi, tapi suatu hari dia kena batunya. Ceritanya saat itu Lady Cempluk sedang mengantar Jon…

continue reading
Tidak ada Komentar